Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus Connect on LinkedIn

PENJAJAHAN SIAM dan PERJUANGAN RAKYAT PATANI

Filed in News, Newsletter, Uncategorised by on 5th April 2018 0 Comments • views: 463

 PATANI DARUSALAM: 01 Apr 2018 – Pejuangan warga Patani berdasarkan kepada Resolusi PBB No.1514

 

(1) Perjuangan bangsa Melayu Patani untuk memerdekakan negeri Patani adalah sah menurut hukum internasional yang dinyatakan dalam resolusi PBB No.1514 tanggal 14 Desember 1960 M dengan Nama “Pernyataan mengenai kewajipan pemberian kemerdekaan kepada negeri-negeri dan bangsa-bangsa terjajah”

 

(2) Mahkamah internasional dalam keputusannya tanggal 24 Jun 1971 M yang menyatakan bahawa “Dasar hak penentuan nasib sendiri untuk segala bangsa yang terjajah dan cara-cara untuk mengakhiri dengan secepat-cepatnya segala macam bentuk penjajahan telah ditegaskan dalam Resolusi 1514 dari PBB”.

 

(3) Dalam Artikal 5 dari Resolusi 1514 itu memerintahkan “Untuk menyerahkan segala kekuasaan kepada bangsa penduduk asli dari wilayah-wilayah jajahan itu, dengan tidak bersyarat apa-apapun, menuruti kemahuan dan kehendak mereka itu sendiri yang dinyatakan dengan bebas, dengan tiada memandang perbedaan bangsa, agama atau warna kulit mareka, supaya mareka dapat menikmati kemerdekaan dan kebebasan yang sempurna.”

 

(4) Dalam resolusi PBB No. 2625 tanggal 24 Oktober 1970 M. mengenai hak merdeka dan hak penentuan nasib sendiri untuk bangsa-bangsa terjajah dengan

“A. Mewajibkan segala negara untuk membantu mengakhiri semua penjajahan dan membantu PBB dalam urusan ini.

B. Melarang semua negara memakai kekerasan untuk menghalangi bangsa-bangsa yang terjajah untuk mencapai kemerdekaan dan menentukan nasib diri mereka sendiri. 

C. Memberi hak kepada segala bangsa yang terjajah untuk melawan segala macam bentuk kekerasan yang dipergunakan untuk menghalang-halangi hak mereka untuk menentukan nasib diri-sendiri dan merdeka, serta hak mereka untuk mendapat bantuan

dunia dalam perjuangan ini.”

 

(5) Mahkamah internasional dalam pemandangan kehakimannya yang dikeluarkan pada tanggal 16 oktober 1975 M telah menyatakan“ada tiga jalan yang menurut hukum bagi negeri-negeri atau wilayah-wilayah yang masih terjajah untuk menjalankan hak penentuaan nasib diri-sendiri mereka, yaitu;

A. Menjadi sebuah negara merdeka dan berdaulat;

B. Dengan bebas memilih untuk berserikat dengan sesuatu negara lain yang sudah

merdeka;

C. Dengan bebas memilih untuk memasukkan dirinya kedalam salah satu negara lain

yang sudah merdeka;”NTUAN NASIB SENDIRI

(1) Perjuangan bangsa Melayu Patani untuk memerdekakan negeri Patani adalah sah menurut hukum internasional yang dinyatakan dalam resolusi PBB No.1514 tanggal 14 Desember 1960 M dengan Nama “Pernyataan mengenai kewajipan pemberian kemerdekaan kepada negeri-negeri dan bangsa-bangsa terjajah”

(2) Mahkamah internasional dalam keputusannya tanggal 24 Jun 1971 M yang menyatakan bahawa “Dasar hak penentuan nasib sendiri untuk segala bangsa yang terjajah dan cara-cara untuk mengakhiri dengan secepat-cepatnya segala macam bentuk penjajahan telah ditegaskan dalam Resolusi 1514 dari PBB”.

(3) Dalam Artikal 5 dari Resolusi 1514 itu memerintahkan “Untuk menyerahkan segala kekuasaan kepada bangsa penduduk asli dari wilayah-wilayah jajahan itu, dengan tidak bersyarat apa-apapun, menuruti kemahuan dan kehendak mereka itu sendiri yang dinyatakan dengan bebas, dengan tiada memandang perbedaan bangsa, agama atau warna kulit mareka, supaya mareka dapat menikmati kemerdekaan dan kebebasan yang sempurna.”

(4) Dalam resolusi PBB No. 2625 tanggal 24 Oktober 1970 M. mengenai hak merdeka dan hak penentuan nasib sendiri untuk bangsa-bangsa terjajah dengan

“A. Mewajibkan segala negara untuk membantu mengakhiri semua penjajahan dan membantu PBB dalam urusan ini.

B. Melarang semua negara memakai kekerasan untuk menghalangi bangsa-bangsa yang terjajah untuk mencapai kemerdekaan dan menentukan nasib diri mereka sendiri. 

C. Memberi hak kepada segala bangsa yang terjajah untuk melawan segala macam bentuk kekerasan yang dipergunakan untuk menghalang-halangi hak mereka untuk menentukan nasib diri-sendiri dan merdeka, serta hak mereka untuk mendapat bantuan

dunia dalam perjuangan ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *