Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus Connect on LinkedIn

History

Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan tentang Hak Asasi Manusia Patani (HAMP) khususnya hak asasi sedunia seumumnya, HAMP telah ditubuhkan pada tanggal 25 oktober 2012, dan di rasmikan pada pada tanggal 8 November 2013 di Holland, Reg. No 56429797. bertujuannya agar boleh bergerak dengan bebas dan dimana saja.

Perkenankanlah saya berdiri di sini untuk menyampaikan tentang menghormati Hak Asasi Manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT, makhluk pribadi, dan makhluk sosial. Semua keadaan tersebut baik sebagai makhluk  Allah, pribadi maupun makhluk sosial, manusia dianugerahi  hak. Hak yang ada dalam diri manusia tersebut berasal dari Allah SWT. Hak tersebut dinamakan hak asasi.

Sesuai Kodratnya, manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki derajat yang paling tinggi dibandingkan dengan makhluk lain ciptaanNya. Manusia dibekali dengan berbagai kelebihan dan kemampuan dasar dalam kehidupnya yang berupa akal/cipta, rasa dan niat (feeling and intention). Dengan kemampuan dasar ini, manusia seharusnya dapat hidup berdampingan satu sama lain, bukannya saling merampas hak orang lain.

Kita semua menyadari bahwa Allah SWT, adalah Maha Pencipta, yang menciptakan segala sesuatu, termasuk hidup kita. Setiap manusia satu persatu diberi hidup dan penghidupan. Tidak seorangpun dapat mengambilnya. Oleh karena itu, hidup merupakan hak dasar yang dimiliki manusia sejak lahir

Beberapa piagam HAM hasil perjuangan untuk menjamin agar pemerintah atau kerajaan tidak bertindak sewenang-wenang, di antaranya adalah sebagai berikut :

(1)   Magna Charta.

Piagam Magna Charta dideklarasikan di Inggris tahun 1512. Magna Charta merupakan cikal bakal (embrio) HAM. Piagam ini membatasi kekuasaan Raja John yang absolut. Dengan piagam ini, raja boleh diminta pertanggung-jawabannya di hadapan hukum dan raja harus bertanggung jawab kepada parlemen. Namun, raja tetap berwenang membuat undang-undang.

(2)   Bill of Rights.

Perkembangan yang lebih konkret tentang HAM terjadi setelah lahirnya piagam ini di Inggris pada tahun 1689. Piagam ini ditandatangani Raja William III. Inti piagam ini menyatakan bahwa “manusia sama di muka hukum” (equality before the law). Paham inilah yang menjadi embrio negara hukum, demokrasi, dan persamaan.

(3)   Declaration of Independence.

Perkembangan HAM yang lebih modern ditandai dengan lahirnya piagam ini, yakni deklarasi kemerdekaan Amerika dari tangan Inggris tahun 1776. Piagam ini disusun oleh Thomas Jefferson yang bersumber pada ajaran Rousseau dan Montesquieu. Deklarasi ini menekankan pentingnya kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan. Dokter Sun Yat Sen menggunakan asas ini di China, yang dikenal sebagai min tsu, min chuan, dan min seng.

(4)Declaration des Droits de l’homme et du Citoyen.

Piagam ini merupakan Piagam Hak Asasi Manusia dan Warga Negara, lahir di Prancis tahun 1789. Piagam ini banyak dipengaruhi oleh Declaration of Independence karena jasa Lafayette, seorang Jenderal dari Prancis yang ikut berperang di Amerika pada waktu negeri tersebut membebaskan diri dari penjajah Inggris.

Sekembalinya ke Prancis, Lafayette berjuang untuk melahirkan Piagam Hak Asasi Manusia dan Warga Negara di negerinya. Piagam ini merupakan dasar dari rule of law yang melarang penangkapan secara sewenang-wenang. Di samping itu, piagam ini pun menekankan pentingnya asas anggapan tak bersalah (presumption of innocence), kebebasan berekspresi (freedom of expression), dan kebebasan beragama (freedom of religion), serta adanya perlindungan terhadap hak milik (the right of property).

(5) The Universal Declaration of Human Rights.

Pada Perang Dunia II, Presiden Amerika Serikat, Roosevelt, mendeklarasikan The Four Freedom, antara lain bebas berpendapat dan bersuara (freedom of speech and expression) serta bebas dari ketakutan (freedom from fear).

Deklarasi Roosevelt inilah yang menjadi dasar lahirnya Piagam HAM PBB, yakni The Universal Declaration of Human Rights. Piagam tersebut dihasilkan oleh Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada sidangnya tanggal 10 Desember 1948. Deklarasi tersebut akhirnya diterima secara resmi dalam Sidang Umum PBB.

(6) Bangkok Declaration (1993)

Deklarasi Bangkok diterima pada pertemuan Negara-negara Asia pada 1993. Dalam konferensi ini, pemmerintah Negara-negara Asia telah menegaskan kembali kometmennya terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Mereka menyatakan pandangannya yang bebas dan dapat dibagi hak asasi manusia dan menekankan perlunya university objektiviti, dan nonselektiviti hak asasi manusia.

(7) Deklarasi PBB(Deklarasi Wina) 1993

Deklarasi ini merupakan deklarasi unibersal yang ditandatangani oleh semua Negara anggota PBB di Negara Austria Wina. Oleh kerananya dikenal dengan Deklasi wina. Hasilnya adalah mendeklarasikan hak asasi generasi ketiga yaitu hak pembangunan. Deklarasi ini sesungguhnya adalah re-evaluasi tahap dua dari Deklarasi HAM, yaitu bentuk evaluasi serta penyesuaian yang disetuju semua anggota PBB termasuk Thailand.

Namun penjajah Thailand tidak pernah melaksanakan deklarasi tersebut, lebih-lebih lagi untuk masyarakat Melayu Patani.

Hak Asasi Manusia merupakan hak yang diberikan Allah SWT kepada manusia yang bersifat kodrati. Maka dari itu tidak ada kekuasaan apapun yang dapat mencabutnya sejak manusia itu dilahirkan hingga sampai akhir hayat nanti. Hak asasi manusia bersifat universal, artinya berlaku dimana saja dan untuk siapa saja serta tanpa dapat diambil oleh siapapun. Sebagai anugerah Allah SWT, HAM wajib untuk dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah/kerajaan dan individu-individu, kumpulan dan organisasi demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia .

Pada dasarnya hak asasi manusia terdiri atas dua hak dasar yang paling fundamental yaitu hak persamaan dan hak kebebasan. Dari kedua hak dasar tersebut, maka lahirlah hak-hak asasi lain, atau tanpa kedua hak dasar ini, hak asasi manusia lainnya susah akan ditegakkan dinegara mana saja, seseorang yang melanggar HAM berarti dia bertentangan dengan hukum yang berlaku di Dunia ini. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan berhubung hak asasi manusia yaitu HAMP.

Berikut ini adalah Sejarah perkembangan dan perumusan hak asasi manusia di Dunia. Perkembangan atas pengakuan hak asasi manusia ini berjalan secara perlahan dan beraneka ragam. Perkembangan tersebut antara lain dapat ditelusuri sebagai berikut.